Nasib Rakyat Miskin : “Hidup Terpencil Jauh dari Perhatian, Hidup Dekat Ditinggalkan”

Bumi kita sudah renta, riskan pula akan gangguan kesehatannya. Terkadang demam menggigil, flu, batuk-batuk, hingga membuat jutaan penduduk bumi berkeringat, menderita dan bercucuran air mata. Mengapa tidak, Ketika suhu cuaca panas tinggi bumi kita mengalami kemarau berkepanjangan. Dan saat suhu cuaca di bawah minus tidak jarang pula bumi kita terserang flu. Berbagai Bencana  banjir, longsor, abrasi dan dahsyatnya letusan larva pegunungan dan Tsunami yang kerap menghiasi alam Bumi pertiwi bahkan hal itu terjadi hampir di seluruh belahan dunia. Bencana alam memang tak bisa diterka dan dideteksi apalagi diprediksi, kapan dan di mana itu akan terjadi. Sebab kita sangat yakin di samping ada tangan kekuasaan suratan takdir dari yang Maha dahsyat Sang Pencipta alam semesta, juga banyak diakibatkan oleh ulah tangan manusia itu sendiri yang tidak mau bersahabat dengan alam. Menyia-nyiakannya, mengabaikannya dan tak jarang pula membuat Bumi kita terluka dan menangis. Sehingga perubahan Iklim secara ekstrim sering tanpa disadari menimpa bumi, menjadikan bumi semakin menderita sakit akut yang pada ujungnya masyarakat Bumi yang notabene penduduk yang menempati dataran Bumi ini menerima imbasnya. Kerugian tidak hanya dari segi materil tapi juga ratusan ribu bahkan jutaan nyawa penduduk Bumi ini melayang sia-sia.

Semestinya sebagai masyarakat yang hidup dan mengambil manfaat dari kelangsungan Bumi ini, kita mau menjaga dan melestarikanya dari kerusakan dan ketimpangan keseimbangan Alam. Stop mulai sekarang juga dari eksploitasi alam secara sembrono, kurangi gas Emisi dan efek rumah kaca yang banyak mengakibatkan pemanasan Iklim global (global warming )meningkat. Makin parahnya kerusakan lapisan ozon langit kita yang tak jarang pula menyebabkan ratusan juta kubik gunung-bukit es di kutub utara mencair menyebabkan peningkatan debit dan gelombang air laut (abrasi) semakin meningkat tiap tahunnya. hal itu bila tidak ada perhatian khusus yang serius mungkin 30 sampai 50 tahun kedepan, banyak daratan di dunia ini yang tergerus oleh gelombang ombak lautan dan rata olehnya.

Gejala perubahan Iklim yang terkadang ekstrim tentunya secara sosial ekonomi amat mengganggu keberlangsungan hidup masyarakat. Betapa tidak, tindakan sekecil apapun yang kita lakukan menyakiti Bumi akan dibalas oleh Bumi itu sendiri dengan teguran dahsyat yang datang secara tiba-tiba. Misalnya, membuang sampah sembarangan atau tidak pada alur tempat pembuangan sampah yang sebenarnya misal di saluran air selokan, Daerah Aliran Sungai (DAS). Dari sebab tersumbatnya aliran air dari hulu ketepi oleh tumpukan sampah akan menimbulkan efek negatif seperti bencana banjir dadakan, ketika terguyur hujan lebat.  Terutama di kawasan perkotaan yang padat penduduknya. Sebab di perkotaan sanitasi resapan airnya telah tergerus dan tergantikan gedung-gedung pencakar langit.

Mengeksploitasi kekayaan alam pun misalnya, menebang pohon sembarangan tanpa adanya perencanaan reboisasi hutan secara terpadu akan mengakibatkan tanah perbukitan longsor yang tentu lagi-lagi penduduk bumi di sekitar bukit tersebut yang mau tidak mau menerima imbasnya. Di sini kita harus menyadari jika masyarakat bumi (manusia) menuntut keadilan dan kesejahteraan senyata diri Bumi kita pun butuh hal itu. Sebab, manalah mungkin bisa roda perekonomian masyarakat Bumi di berbagai sektor bidang kehidupan kita bisa berjalan lancar jika keadaan alamnya sendiri tidak dalam keadaan stabil.

Contoh mudahnya, Para Nelayan tidak bisa melaut jika gelombang lautan tinggi dan ekstrim. Para petanipun tidak bisa menanam dan memanen hasil pertaniannya karena kemarau berkepanjangan ataupun air sawah ladangnya meluap akibat kebanjiran. Para pegawai kantoran tidak bisa ngantor, pedagang tidak bisa berjualan, tukang ojek, tukang becak, supir transportasi dan bidang profesi dan usaha lainnyapun akan merasakan kemacetan karena akses transportasinya tidak bisa dilalui kendaraan, otomatis akses roda prekonomian macet total, karena kebanjiran dan longsor. Itu hanya sebagian contoh dari sekian banyaknya kerugian yang akan kita terima dari akibat kita tak mau bersahabat dengan alam.

Yang perlu terus kita kampanyekan adalah mari kita bertekad bersama-sama untuk lebih bijak dalam menyikapi perubahan iklim yang terkadang mulai bergeser dari perhitungan BMG dan kejadian yang biasanya terjadi. Dan menyikapinya dengan serius dan senantiasa turut serta berpartisipasi dalam kepedulian kita bersama atas ketidakadilan kehidupan sosial di masyarakat kita untuk turut mengawasi triliyunan Dolar dana pembanguan yang di kelola pemerintah kita di berbagai sektor bidang pembangunan khususnya,  Budget anggaran yang menyentuh langsung dengan masyarakat kecil yang masih termarginalkan oleh ketidakadilan dan kemiskinan. Misalnya, Dana tanggap Darurat Bencana, Program Kredit Usaha rakyat, Program Nasional KTP Matrix untuk rakyat, pendidikan Dasar dan menengah gratis dengan program BOSnya, program kesehatan Gratis untuk rakyat Miskin berobat di puskesmas dan rumah sakit, Raskin (Beras miskin) dan masih banyak lagi yang lainnya, jika bukan masyarakat itu sendiri yang peduli mau siapa lagi.

Memanglah sudah banyak berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada dan terus memperjuangkan nasib saudara-saudara kita atas ketidakadilan akibat dari kemiskinan ini pada akhirnya tidak akan pernah mencapai apa yang kita harapkan bila kita sendiri apatis dengan keadaan sistem hukum dan keadilan ekonomi yang masih timpang dan masih lebarnya gep antara si kuat dengan si Lemah, si kaya dengan si Miskin. Bak sebuah celotehan Mang Udel seorang petani di salah satu Desa terpencil yang jauh dari akses fasilitas umum bergalendengan : “Hidup Jauh terpencil terabaiakan, Hidup dekat ditinggalkan”. Maksud mang Udel mungkin selama ini ia merasa terdzalimi oleh penguasa negeri ini dan merasa hidupnya serba salah, hidup di kota yang banyak fasilitas serba ada baginya bagai hidup di tengah-tengah orang asing hanya menjadi seorang penonton saja atas pameran pembangunan-kemewahan sang kaya yang berkantung tebal. Sementara nasib dirinya tetap saja terbelit oleh sistem ekonomi kota yang serba materialistis. Dan ketika ia mengalah Hidup di pelosok yang jauh dari fasilitas dan minim dari nilai-nilai pembangunan negeri, dirinya masih terasa tersisih dan terlupakan. Ia merasa dibutuhkan menjelang para penggede negeri ini berebut kekuasaan saja setelah itu ia terlupakan. Bak sebuah kata pepatah klasik, “Bagai mendorong kendaraan mogok”. Mereka di suruh mendorong sebuah kendaraan politik beramai-ramai akan tetapi ketika kendaraan itu bisa jalan mereka banyak yang ditinggalkan dan terlupakan.


Adalah Oxfam konfederasi Internasional dari tujuh belas organisasi yang bekerja bersama di 92 negara sebagai bagian dari sebuah gerakan global untuk perubahan, membangun masa depan yang bebas dari ketidakadilan akibat kemiskinan. Merupakan salah satu diantaranya yang memperjuangkan nasib Rakyat kecil di berbagai belahan dunia yang berusaha membenahi nilai-nilai arti keadilan bagi si lemah agar hidupnya yang susah tidak semakin susah setidaknya rasa aman dan diperhatikan nasibnya oleh para pemangku kebijakan dan jabatan di kota maupun di daerah agar keluh kesahnya si miskinpun mau didengarkan, diperhatikan dan syukur-syukur juga bisa dicanangkan lewat program pro rakyat dan ini tidak berlaku hanya ketika menjelang Pemilu mereka para calon pejabat mau (turba) turun kebawah-blusukan ke daerah-dareah terpencil, namun setelah ia jadi mereka terkadang lupa dengan amanat penderitaan rakyat dan pura-pura tuli dengan keluh kesah suara rakyatnya.

Apapun fenomena yang ada tentang iklim ekstrim dan berbagai bencana yang sering menimpa bangsa kita saat ini merupakan tebusan dosa terbesar kita semua atas orang-orang lemah yang terdzalimi yang harus di bayar mahal. Bukankah rintihan do’a dari si miskin dan lemahlah yang mampu membuka pintu ras di langit dan rintihan do’a-do’anya terdengar Tuhan yang pasti langsung akan dikabulkanNya. By@sutrisinoy

Iklan
Komentar
  1. deden rahmad berkata:

    malang nya hidup rakyat miskinnn sudahlah jatuh tertimpa tangga lgiii……….?
    sungguh malangggggg
    dampakk kenaikkan bbm menggoyangkan stabilitas perekonomian masyarakattt di dalam berbagai bidang

  2. benuapoker berkata:

    Apa kabar pokermania seluruh indonesia?
    pasti nya semua baik kan?
    ayo ganung ke oliviaclub dan ajak teman teman anda utk bermain di tempat kami dengan menggunakan link refferal anda.Agar anda dapat komisi 20% tiap minggu nya.
    Dan sekedar info oliviaclub masih ada promo untuk player player yang deposit minimal 50rb mendapatkan 50.
    Selamat malam salam sejahtera untuk kalian semua.
    Terima kasih,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s