Kartunet Kampanye Aksesibilitas tanpa Batas: Peduli Disabilitas Sebuah Cermin Kesetiakawanan Sosial

async src=”//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”>

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Miris memang bila melihat Layanan umum (public services) di negeri khatulistiwa ini, yang katanya sebuah,”Negeri yang subur makmur toto tentrem loh jinawi” tapi fasilitas umumnya masih kurang mumpuni dan tertinggal jauh dari Negara-negara tetangga. Betapa tidak, bangsa kita sudah merdeka hampir satu abad yang lalu, tapi mengapa kebutuhan itu belum juga terpenuhi. Siapa yang salah dan patut dimintai pertanggungjawaban ketika melihat berbagai layanan dan fasilitas umum (Public services and facilities)  di lingkungan sekitar kita yang kurang memberikan efek nyaman dan mudah bagi masyarakatnya, terbengkalai dan terkuras oleh kebijakan yang timpang dan cenderung korup. Pemerintahkah, para investor (pengembang) pemenang tender proyek pembanguan atau diri kita sendiri yang masih kurang peduli dengan menjaga kelestarian fasilitas Umum yang sudah ada tersedia dari kerusakan?. Tentu jawabannya setiap individu yang hidup di bumi ibu pertiwi ini memiliki tanggungjawab yang sama sesuai porsi dan perannya di dalam berbagai lini kehidupan social (social life) masyarakatnya yang tetap semangat dan peduli akan pembangunan, saling bersinergi dan mendukung satu sama lainnya adalah salah satu dasar sukses tersedianya layanan fasilitas Umum yang mumpuni, berkualitas berstandar internasional itu.

Mengapa hal itu penting, sebab sehebat dan secanggih apapun fasiltas Umum yang tersedia bila masing-masing diri acuh tak acuh untuk menjaga dan ikut melestarikannya dari tangan-tangan jahil, manalah mungkin harapan akan fasilitas umum yang memadai itu akan tercapai dan tetap tersedia serta terkelola dengan baik. Setidaknya ada 3 (tiga) komponen tonggak dasar suksesnya sebuah fasilitas Umum yang mumpuni dan dapat memenuhi keinginan dan harapan masyarakat kita bersama.

Pertama Regulasi kebijakan pemerintah yang pro dengan rakyat dan transparansi dalam menggunakan budget pembangunan itu tonggak utama menuju terbangunnya fasilitas umum yang baik dan berkualitas. Kedua para kontraktor (pengembang) dan pemenang tender proyek pembangunan (The winner of the tender for the construction of public facilities Project) ketika membangun fasilitas sarana umum dengan sepenuh hati, bukan semata mementingkan keuntungan berbisnis hingga planning manivest (rencana pembiayaan) yang terencana dengan baik lewat market proposal (pengajuan proposal) tidak sedikipun diubah dan dikurangi baik dana bahan, dan kualitas bangunan yang telah mereka prosentasikan dalam babak pengajuan lelang tender dari pemerintah. Dan yang terakhir masyarakatnya itu sendiri yang diharapkan tumbuh kesadarannya untuk senantiasa turut berperan mengawasi dan menjaga sarana fasilitas umum dari keisengan tangan-tangan jahil yang berusaha merusak fasilitas umum yang sudah tersedia. Agar fasilitas Umum yang sudah ada dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas dengan aman dan nyaman. Jika tidak demikian manalah mungkin sarana umum yang kita impi-impikan seperti di Negara-negara tetangga semisal Singapura dan Negara-negara anggota ASEAN lainnya akan terlaksana dengan baik bila Budaya iseng merusak dan mengganggu keutuhan fasilitas umum itu masih saja kita temui.

Kontes Blogging Kartunet Kampanye Aksesibilitas tanpa Batas

Berbagai fasilitas umum yang masih kurang dan cukup memperihatinkan dan perlu terus kita kampanyekan adalah disamping fasilitas umum di bidang transportasi dan sarana pendukung lainnya juga yang perlu di garis bawahi ialah fasilitas Umum khusus untuk saudara-saudara kita penyandang Disabilitas (ma’af, cacat. red).  Seperti fasilitas Umum khusus Disebilitas Area yang dapat memberi suasana aman dan nyaman dengan sistem Aksebility protection pada tempat-tempat Umum di berbagai sudut Publik kota. Pernahkah kita memikirkan ketika kondisi fisik tak sempurna, atau di saat lanjut usia, akan sangat sulit beraktivitas dengan fasilitas umum yang tak memadai? Andaikan kita menjadi seorang dengan disabilitas netra, bukan tak mungkin terjeblos ke lubang di trotoar atau terjerembab ke selokan yang tak ditutup oleh jeruji besi. Bayangkan kita sebagai disabilitas daksa yang menggunakan kursi roda, alangkah sulitnya mobilitas di ruang publik ketika harus melewati jembatan tangga berundak-undak, atau transportasi umum yang pintunya tak muat dimasuki kursi roda. Bayangkan juga kita kehilangan fungsi pendengaran dan bicara atau disabilitas rungu/wicara, bukan soal mudah ketika harus bepergian tanpa ada teks petunjuk di ruang publik dan tak seorangpun mengerti bahasa isyarat. Mengapa hal ini juga harus diperhatikan?

Diantara Negara-negara anggota ASEAN (Asociation of Southeast Asian Nation) Organisasi Persatuan Negara-negara Kawasan Asia Tenggara, Indonesia adalah salah satunya negara yang masih dianggap minim fasilitas bagi penyandang Aksebilitas. Mengapa hal ini terjadi, bukankah Indonesia adalah Head leadernya ASEAN?. Entahlah jawabannya, ada pada Galendengannya Om Ebiet G. Ade, “cobalah bertanya pada rumput yang bergoyang…!!”   

Penyandang Disabilitas Kehidupannya bagai dalam sangkar, terkungkung oleh sebuah keterbatasan. Tentu hal itu, menjadikan kehidupannya sarat membutuhkan banyak perhatian. Mengapa demikian, bukan salah mereka jika ia banyak mebutuhkan perhatian dan bantuan dari kita, karena sesungguhnya keterbatasan mereka itu  juga sebuah bukti dari bagian keterbatasan kita semua. Ya keterbatasan kita untuk lebih peduli dengan saudara-saudara kita itu. Sudahkah kita berpikir untuk dapat membantu mereka?.

Cobalah rasakan seandainya hal itu dialami dalam diri dan kehidupan Anda, dan tidak ada seorangpun yang peduli dengan Anda, tentu perasaan anda akan merasa sedih dan miris di hati dan juga hidup terasa sendiri. Meskipun demikian janganlah sekali-kali menganggap remeh saudara-saudara kita yang Disebilitas itu, dan jangan pula pandang sebelah mata, karena eksistensi mereka juga tidak sedikit yang mampu berprestasi turut mengharumkan nama negeri ini di kancah percaturan pergaulan dunia dengan maha karya dan prestasinya. Belum tentu kita yang diberi kelebihan secara fisik mampu berprestasi seperti suadara-saudara kita itu.

Pandanglah penyandang Disabilitas juga bagian dari kehidupan kita yang harus di perhatikan kebutuhan dan fasilitasnya agar mampu memberi kemudahan pada saudara-saudara kita itu dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

Sebagai bangsawan yang memandang hidup adalah perjuangan dan butuh di perjuangkan, Para Disabilitaspun sama memiliki keinginan dan harapan serta cita-cita yang mesti diperjuangkan juga. Kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita itu merupakan bukti cermin kesetiakawanan sosial demi terciptanya pluralisme dan rasa tenggang rasa atas sesama anak bangsa dan jadikan setiap moment yang kita lewati di kehidupan yang fana ini semata-mata untuk ibadah dan mengabdi. Niatan ibadah sebab hidup kita tak sebatas di dunia ini saja dan yakin ada kehidupan yang lebih abadi di  akhirat nanti. Serta kepedulian kita pada saudara-saudar kita penyandang Disabilitas juga bagian dari pengabdian kita terhadap kelangsungan hidup dalam berbangsa dan bernegara. Demi tercapainya cita-cita bapak bangsa kita yang termaktub dalam sila ke-5 teks Pancasila demi tercapainya, “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, guna terciptanya negeri, baldatun thayyibatun warofun ghafur. Yuk, mulai saat ini kita lebih peduli lagi dengan Disabilitas dan Aksesbilitasnya klik link http://www.kartunet.com dan http://www.xl.co.id, supaya Bangsa kitapun dapat menghargai bangsa dan negaranya sendiri, Semoga. @sutris.inoy

Iklan
Komentar
  1. sarifuddin duma berkata:

    Assalaamu Alaikum Wr Wb..apakah Penyandang disabilitas itu temasuk lumpuh bertahun tahun di pembaringan???dan Apakah orng lumpuh bertahun tahun dipembaringannya tersebut mendapatkan Bantuan,Terimakasih,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s